Home » Artikel » Opini Publik » Strategi Radio Komunitas dalam Mencerdaskan Masyarakat Gunungkidul
Strategi Radio Komunitas dalam Mencerdaskan Masyarakat Gunungkidul

Strategi Radio Komunitas dalam Mencerdaskan Masyarakat Gunungkidul

Radio komunitas adalah media informasi warga yang sengaja dibuat oleh warga dan peruntukkan serta pengelolaan juga oleh warga. Keberadaan radio komunitas sudah tidak dapat dipungkiri lagi sebagai penyeimbang media mainstream yang sering overload dan overacting. Misi yang ditampilkan oleh media mainstream saat ini tidak lagi memedulikan apakah tayangannya mencerdaskan dan menambah wawasan pemirsanya. Tayangan-tayangan yang tidak mendidik sudah menjadi bahan tontonan setiap hari. Untuk menangkal dampak negatif ini tentu dibutuhkan langkah cerdas dari masyarakat itu sendiri, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan radio “warga” (radio komunitas).

Sifat dan aktivitas yang dijalankan oleh pengelola media mainstream dan pengelola radio komunitas memang tidak berbeda jauh, yaitu meliput dan mewartakan liputannya. Hanya saja saat ini jumlah liputan di media mainstream sudah sangat terkuras oleh hiburan-hiburan konyol yang dapat membodohkan penontonnya. Media komunitas (radio komunitas –red) adalah menjadi pembeda bagi masyarakat akan kebutuhan akses informasi. Berita lokal dan berita nasional dapat ditayangkan sesuai porsi yang diinginkan pendengarnya. Khasanah dan nuansa lokal dari yang ditayangkan oleh radio komunitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi komunitasnya, dengan begitu secara perlahan-lahan jumlah pemerisa TV dapat beralih ke radionya. Hal ini dapat ditempuh manakala pengelola radio komunitas dapat memberikan informasi dan hiburan secara berimbang.

Beberapa tantangan bagi para pengelola radio komunitas adalah akses jaringan yang terbatas dan semangat kebersamaan yang kadang pasang surut. Oleh sebab itu perlu diadakan upaya progresif agar pendengar radio komunitas semakin banyak dan setia terhadap keberadaan rakom di wilayahnya.

Khusus di Kabupaten Gunungkidul yang saya ketahui terdapat beberapa radio komunitas yang sangat potensial untuk dikembangkan sehingga menjadi media utama bagi masyarakatnya. Beberapa radio komunitas di wilayah Gunungkidul diantaranya RAG FM, Wiladeg FM, Hanacaraka FM, Radekka FM dan Radioline Argosari. Keberadaan “permata” ini perlu dirancang skema yang seksi agar masyarakat terpenuhi akses informasi dan hiburannya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengadakan time sharing dan berbagi konten siaran.

Diantara radio komunitas di atas yang memiliki porsi lebih dalam menyampaikan berita ke masyarakat dapat dijadikan panutan bagi radio komunitas yang lainnya. Katakanlah misalnya Radio Komunitas Hanacaraka FM yang sering memberikan berita seputar lingkungan hidup dan relay berita dari KBR 68H, dapat direlay oleh radio komunitas lainnya yang ada di Gunungkidul. Begitu juga sebaliknya, apabila ada radio komunitas selain Hanacaraka FM yang memiliki berita atau live report tentang agenda desa dapat direlay oleh radio lainnya. Saling berbagi konten seperti ini dapat menumbuhkan kerjasama yang baik bagi pengelola rakom dan juga dapat menambah wawasan bagi pendengarnya.

Mungkin akan dijumpai kesulitan dalam mengatur time sharing atau relay siaran dari masing-masing radio komunitas di Gunungkidul, seperti akses internet yang terbatas, SDM yang kurang, egoisme masing-masing individu, keaktifan pengelola yang pasang surut, atau bahkan sumber dana yang minim. Namun semua permasalahan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara mendudukkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau pribadi. Misi mencerdaskan masyarakat Gunungkidul secara umum melalui radio komunitas harus menjadi simpul utama dari semua kepentingan. Dengan cara ini dapat menjadi terobosan baru bagi kekuatan komunitas dalam menjalin kerjasama dan berbagi konten siaran.

Penjadwalan siaran yang tertib dan konsisten menjadi ruh untuk menggaet hati masyarakat Gunungkidul. Selain itu tema berita atau acara yang ditayangkan dapat menjadi pilihan kedua dalam mengapa masyarakat memilih radio komunitas daripada media mainstream. Interaksi pengelola rakom dengan masyarakat juga menjadi kunci utama agar TV menjadi media kesekian di hati mereka. Dengan sering mengadakan event off air dengan melibatkan masyarakat akan mampu meningkatkan rating pendengar radio komunitas kita. Atas dasar kebersamaan dan kebutuhan memberikan informasi yang berimbang serta menanggalkan egoisme pribadi, tentu saya yakin kabupaten Gunungkidul akan menjadi Kabupaten cerdas melebihi kabupaten lainnya. Semua skema itu dapat dimulai dari niat masing-masing individu dan pengelola radio komunitas yang ada di Gunungkidul.

jodinsPenulis: Jodins Sadewo, Lahir di Bantul, 2 April 1985. Sejak tahun 2008 hingga pertengahan 2014 aktif mengelola Radio Komunitas Sadewo FM dan media komunitas online www.suarakomunitas.net. Kecintaannya pada dunia jurnalistik mengantarkannya menjadi wartawan professional di Daerah Jakarta Barat. // Twitter: @jodinssadewo // FB: Jodins Sadewo

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2.00 out of 5)

Tentang GdHE

Gerakan memaksimalkan potensi dan sumber daya kabupaten Gunungkidul yang didukung semangat masyarakat untuk membangun Bumi Handayani menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.