Home » Artikel » Good News » Nglegi, Penggagas Desa Masa Depan Indonesia
Nglegi, Penggagas Desa Masa Depan Indonesia

Nglegi, Penggagas Desa Masa Depan Indonesia

Desa Nglegi yang terletak di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul sekilas tak nampak berbeda dengan desa-desa lainnya. Di pagi hari dengan mudah didapati pemandangan barisan anak berseragam berjalan kaki menuju ke sekolah dan hilir mudik mobil pick up pembawa barang milik pedagang menuju ke pasar desa. Suasana yang tak jauh beda dengan desa-desa di sekelilingnya.

Namun ada pemandangan yang ternyata berbeda dari desa-desa lainnya, setidaknya 2 tahun terakhir di Nglegi. Pemandangan kesibukan di sebuah kantor desa yang bergerak dan berlari menjadi sebuah desa yang menyongsong masa depan desa.

Menerima kunjungan Partisipan Sekolah Sistem Informasi Desa

Menerima kunjungan Partisipan Sekolah Sitem Informasi Desa

Pagi itu, Rabu 7 Oktober 2015, selepas fajar menyingsing, Bale Desa Nglegi sudah siap menerima kunjungan partisipan Sekolah Sistem Informasi Desa (SSID) Gelombang II. Seperti agenda SSID Gelombang I , 15 September lalu, Tim Desa Nglegi yang dipimpin Aripin sebagai Lurah Desa Nglegi akan kembali berbagi pengalaman membangun Sistem Informasi Desa dengan tema Analisa Kemiskinan Partisipatif (AKP).

” Belajar mendapatkan data valid dengan melibatkan seluruh warga adalah metode dalam AKP” papar Aripin di depan 14 orang partisipan SSID yang berasal dari 7 desa Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Aripin juga membagikan pengalaman menggunakan tools yang disusun oleh Tim 10 Desa Nglegi yang dipakai oleh tiap Dasawisma untuk memberikan penilaian dalam pembobotan variabel tiap keluarga. Rekapitulasi dalam pembobotan inilah yang akan mengklasifikasikan keluarga tersebut masuk menjadi Rumah Tangga Miskin atau tidak. Data Valid inilah yang akan menjadi rujukan penerima kebijakan bantuan sosial tingkat desa dan sedang dalam proses advokasi di tingkat supra desa.

Adalah Aripin, Lurah Desa Nglegi yang sejak 2009 getol kembangkan metode AKP di Gunungkidul. Bersama IDEA Yogyakarta, Aripin serius mengelaborasi gagasannya. Metode AKP yang diperkenalkan oleh IDEA dianggap Aripin dapat wujudkan mimpinya. Mimpi dimana desa tidak lagi menjadi korban kebijakan pemerintah di atas desa. Selama ini desa selalu menjadi korban karena data yang digunakan pemerintah di atasnya tidak valid sehingga melahirkan kecemburuan sosial dan akhirnya program-program pemerintah yang mendasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) itu tidak pernah efektif dan sesuai dengan tujuan programnya. Tidak dipungkiri lagi kemudian di hampir seluruh desa program raskin ataupun bantuan langsung tunai dan program penanggulangan kemiskinan lain hasilnya jauh dari tujuan programnya.

Arifin Lurah Desa Nglegi paparkan AKP Nglegi di Kantor Kemenko PMK Jakarta

Arifin Lurah Desa Nglegi paparkan AKP Nglegi di Kantor Kemenko PMK Jakarta 08/2015

Desa Nglegi kemudian mengajak 2 desa lainnya di Kecamatan Patuk yakni Desa Nglanggeran dan Desa Beji dan juga 3 desa di Kecamatan Panggang yaitu Girisuko, Girimulyo, dan Girikarto melakukan piloting AKP untuk memperbesar pembelajaran. 2012 inisiatif AKP di Gunungkidul ini mendapatkan jaringan baru CRI Yogyakarta dengan membantu digitalisasi AKP dalam aplikasi Sistem Informasi Desa (SID)

Alhasil resonansi kerja-kerja inisiatif ini didengar oleh Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) pada saat itu dan mulai mengundang simpati pemerintah pusat. Inisiatif AKP-SID ini pada tahun 2013 membawa Aripin pada Agenda Village Leader Exchange ASEAN+3 di Chendu China atas fasilitasi Kemenko Kesra. Di saat yang sama Pemerintah Desa Nglegi menerima kunjungan Sekretaris Daerah Ibu Kota Mongolia yang kunjungi Indonesia untuk belajar pengembangan SID di Desa Nglegi. Bak cendawan di musim hujan, Desa Nglegi terus menerima kunjungan dan undangan dari berbagai pihak dari seluruh Indonesia yang serius ingin mengembangkan AKP-SID.

“Dengan data valid hasil AKP ini desa memiliki rujukan yang jelas dan memulai tahapan pembangunan berkelanjutan khususnya pada program penanggulangan kemiskinan” jelas Aripin saat memaparkan AKP Desa Nglegi di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) akhir Agustus lalu.

AKP 2012 Desa Nglegi menunjukan hanya 317 warganya yang menjadi Rumah Tangga Miskin (RTM) sementara data Pendataan Program Perlindungan Sosial 2011 menyebutkan 587 KK kategori RTM.

 

 

 

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)

Tentang Hernindya Wisnuadji

Pegiat inovasi desa. Pecinta branding komunitas. Memulai kegiatan community enpowerment sejak 1998 dan berkesempatan belajar audit sosial di Hyderabad, India tahun 2011.