Home » Berita » Kegiatan » Mewartakan Transparansi dan Akuntabilitas PNPM melalui Radio Komunitas di Gunungkidul
Mewartakan Transparansi dan Akuntabilitas PNPM melalui Radio Komunitas di Gunungkidul

Mewartakan Transparansi dan Akuntabilitas PNPM melalui Radio Komunitas di Gunungkidul

Warga mungkin mengenal Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) telah lama. Program yang secara masih diselenggarakan di semua desa di Indonesia ini  diluncurkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 April 2007 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

PNPM dilahirkan sebagai payung beragam program penanggulangan kemiskinan yang dikelola oleh beberapa kementrian. PNPM diselenggarakan hingga 2015 linear dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan PNPM yang berdasar pada indikator-indikator keberhasilan yang terukur akan membantu Indonesia mewujudkan pencapaian target-target MDGs tersebut.

rakom-2

Apa saja Tujuan Pembangunan milenium atau Millennium Development Goals (MDGs) ?

  1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
  • Pendapatan populasi dunia sehari $10000.
  • Menurunkan angka kemiskinan.
  1. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
  • Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar.
  1. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
  • Target 2005 dan 2015: Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
  1. Menurunkan angka kematian anak
  • Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
  1. Meningkatkan kesehatan ibu
  • Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
  1. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
  • Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.
  1. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
  • Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.
  • Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.
  • Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
  1. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
  • Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
  • Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka; meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
  • Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.
  • Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.
  • Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda.
  • Dalam kerja sama dengan pihak “pharmaceutical”, menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang
  • Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

Nah, Keragaman Kegiatan PNPM menjadi salah satu elemen program penanggulangan kemiskinan yang diberi mandat untuk mencapai MDGs.

Bagaimana PNPM di Gunungkidul ?

Ismono, Fasilitator Kabupaten (FasKab) Gunungkidul menuturkan banyak kelompok usaha di Kabupaten Gunungkidul yang terbantu dengan adanya  PNPM. Berdasarkan data, ada 4.804 kelompok dengan aset produktif yang dikelola mencapai 77,8 milyar rupiah. Angka yang begitu besar, bukan? Angka tersebut belum termasuk biaya kegiatan insfrastruktur dan beragam pelatihan yang menjangkau 144 desa di 18 kecamatan. “Subtansi PNPM adalah masyarakat sebagai perencana, pelaksana dan evaluator pembangunan, sehingga masyarakat harus benar-benar dapat berdaya,” tandas Ismono.

Modeling DISKUSI PNPM di Radio Komunitas

Radio Komunitas untuk Akuntabilitas dan Transparansi (DISKUSI) PNPM memulai kiprahnya di Gunungkidul di akhir 2012. Tiga radio komunitas yakni Radekka FM Semoyo Patuk, Argosari Radioline Pasar Argosari Wonosari, dan Radio Komunitas Wiladeg (RKW) Karangmojo mengawali fase perdana dengan memproduksi liputan aktivitas PNPM di lingkup desanya, Iklan Layanan Masyarakat (ILM), dan Talkshow.  Dalam mengelola program DISKUSI ini tiap rakom melahirkan reporter, redaktur, script writer, talent,host talkshow, dan produser  Selama hampir 18 bulan setidaknya 3 – 7 orang belajar menjadi tim yang solid untuk membagikan informasi yang beragam terkait kegiatan – kegiatan PNPM.

“Peran media sangat diperlukan untuk mensosialisaikan dan menyampaikan program PNPM kepada masyarakat luas. Selama ini media yang digunakan masih bersifat terbatas dan konvensional seperti papan informasi, forum BKAD dan forum UPK. Maka saatnya memanfaatkan kemajuan teknologi dengan sebaik-baiknya.” terang Ismono.

Pemanfaatan teknologi konvergensi media berupa radio, web, buletin cetak, dan jejaring sosial (facebook dan Twitter) menjadi instrumen dalam mengabarkan informasi detil kegiatan PNPM.

Pelibatan rakom dalam mengabarkan detil kegiatan PNPM ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Gunungkidul. Fokus Akuntabilitas dan Transparasi menjadi spirit bagi rakom untuk mengajak pendengarnya belajar memperhatikan pelaksanaan  dan mengembangkan ruang belajar publik untuk mendorong  kegiatan-kegiatan PNPM yang akuntabel dan transparan. Fokus Akuntabilitas dan Transparasi ini yang menjadi warna dari segenap produk DISKUSI yang diproduksi oleh tiap rakom.

“Program DISKUSI memberikan daya dorong bagi rakom karena meningkatkan ketrampilan pegiatnya dalam mengelola konten secara on air, online, dan cetak”, terang Sularno, Ketua Badan Pelaksana Penyiaran Komunitas Hanacaraka FM yang bersinergi dengan Argosari Radioline dalam mengelola program yang dibiayai PSF PNPM tersebut.

Program DISKUSI memberikan ruang bagi pegiat rakom untuk berjejaring dengan keseluruhan stakeholder yang terkait dengan PNPM mulai level desa hingga tingkat kabupaten. Mulai dari struktur oragik PNPM seperti Tim Perumus, Tim Pelaksana Kegiatan, Tim Monitoring, Unit Pengelola Kegiatan (UPK), fasilitator kecamatan dan kabupaten hingga stakeholder non PNPM. Relasi dengan beragam pihak ini memberikan keutuhan informasi PNPM dari segenap perspektif yang ada. Informasi yang komprehensif sangat bermanfaat dalam mewujudkan komunitas yang mampu mendorong pengelolaan PNPM yang Akuntabel dan Transparan.

Informasi melahirkan Partisipasi

“Rakom – rakom Gunungkidul mampu menunjukan kebermanfaatan bagi komunitasnya dan mampu mengelola kerjasama sesuai MOU. Meski miliki keterbatasan personel namun mereka mampu melibatkan komunitas lain melalui  media sosial” ungkap Nurul Purnamasari, Fasilitator DISKUSI PNPM.

rakom-1

18 Bulan merupakan waktu yang pendek untuk  bisa mewujudkan PNPM yang Akuntabel dan Transparan. Namun setidaknya melalui DISKUSI PNPM yang dikelola secara konfvergensi media, belasan pegiat rakom mendapatkan kesempatan meningkatkan ketrampilan dalam menyampaikan informasi yang utuh terkait PNPM dan ribuan pendengar sekaligus pihak-pihak terkait PNPM berkesempatan belajar Warga Bermedia dimana warga memanfaatkan media yang dimilikinya untuk mengelola pengetahuan untuk menjadi warga yang lebih berdaya. Pengelolaan PNPM sesuai cita-citanya untuk mencapai MDGs berarti mendekatkan Indonesia pada kesejahteraan rakyatnya.

Audio

ILM Pemeliharaan Hasil PNPM

ILM PNPM Integrasi

Berikan rating: 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)

Tentang Hernindya Wisnuadji

Pegiat inovasi desa. Pecinta branding komunitas. Memulai kegiatan community enpowerment sejak 1998 dan berkesempatan belajar audit sosial di Hyderabad, India tahun 2011.