Mendorong Peningkatan Investasi Daerah melalui Pelayanan Publik Berkualitas di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gunungkidul

Menapakkan langkah di lantai 2 Terminal Type A Dhaksinarga Wonosari, Gunungkidul, kita akan disambut suasana sejuk ruangan dengan desain yang terlihat estetis. Keramahan petugas yang nampak  bersahabat menambah kenyamanan tersendiri. Demikian sekilas suasana Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gunungkidul yang kehadirannya memberi harapan baru atas peningkatan kualitas pelayanan publik yang mendorong iklim investasi di bumi Dhaksinarga ini.

Mal Pelayanan Publik, berdasarkan Peraturan Menteri Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2017 adalah tempat berlangsungnya kegiatan atau aktivitas penyelenggaraan pelayanan publik atas barang, jasa dan/atau pelayanan administrasi yang merupakan perluasan fungsi pelayanan terpadu baik pusat maupun daerah, serta pelayanan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah dan Swasta dalam rangka menyediakan pelayanan yang cepat, mudah, terjangkau, aman dan nyaman. Tujuan kehadiran MPP adalah memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Prinsip yang dianut MPP yaitu keterpaduan, berdayaguna, koordinasi, akuntabilitas, aksesibilitas, dan kenyamanan.  Peluncuran awal MPP Kabupaten Gunungkidul telah dilaksanakan pada 16 Desember 2020 oleh Bupati Gunungkidul, menandai sejarah baru dalam upaya peningkatan pelayanan publik di Kabupaten terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

mal pelayanan publik gunungkidul
mal terminal dhaksinarga

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah manfaat keberadaan MPP ini bagi investasi daerah?

Kualitas pelayanan publik sangat terkait dengan iklim investasi. Sebagai tempat pelayanan yang memberi kemudahan serta kecepatan, MPP diharapkan memberi angin segar pada iklim investasi di daerah. Pada  gilirannya, dapat menggerakkan sendi-sendi perekonomian masyarakat untuk penguatan perekonomian daerah.  Pemilihan lokasi MPP Kabupaten Gunungkudul di Terminal Dhaksinarga dengan skema Pinjam Pakai Barang Milik Negara (BMN) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat merupakan alternatif yang tepat. Akses yang strategis memberi peluang penumbuhan titik growth pool baru sebagai pusat aktivitas publik yang berdampak positif pula pada geliat perekonomian sekitar.

Mengapa berinvestasi di Kabupaten Gunungkidul? Setidaknya terdapat 4 alasan yang menarik minat  para investor. Kebijakan yang mendukung iklim investasi; potensi sektor unggulan terutama sektor pariwisata selain sektor industri, pertanian, dan kelautan; keunggulan lokasi dengan adanya konektivitas Jalur Jalan Lintas Selatan dan terhubung dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) serta ketersediaan jaringan listrik, air, dan telekomunikasi; dan Sumber Daya Manusia dengan adanya jumlah angkatan kerja yang cukup tinggi. Pada sisi kebijakan selain regulasi yang mendukung iklim investasi, fasilitasi dan mediasi investor, maka layanan perizinan pun menjadi faktor positif pendorong investasi. Kehadiran MPP merupakan lompatan pada aspek pelayanan perizinan ini. Dengan pelayanan perizinan penanaman modal yang lebih cepat, mudah, dan nyaman maka potensi investasi akan semakin berkembang. Gunungkidul akan berubah dari the hidden paradise menjadi world paradise. Realisasi investasi meningkat, kesejahteraan masyarakat pun meningkat pula seiring perekonomian daerah yang semakin maju.

Peta Lokasi

About Asar Janjang Riyanti

Ibu empat anak, owner LPT Inspirasi, dan ASN Pemkab Gunungkidul