Home » Artikel » KARANG TARUNA, Ayo Bangkit!
KARANG TARUNA, Ayo Bangkit!

KARANG TARUNA, Ayo Bangkit!

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia. Karang Taruna merupakan wadah pengembangan generasi muda nonpartisan, yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasa tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat khususnya generasi muda di wilayah Desa/Kelurahan atau komunitas sosial sederajat, yang terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial. Sebagai organisasi sosial kepemudaan Karang Taruna merupakan wadah pembinaan dan pengembangan serta pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif dengan pendayagunaan semua potensi yang tersedia dilingkungan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang telah ada. Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berpedoman pada Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga dimana telah pula diatur tentang struktur penggurus dan masa jabatan dimasing-masing wilayah mulai dari Desa/Kelurahan sampai pada tingkat Nasional. Semua ini wujud dari pada regenerasi organisasi demi kelanjutan organisasi serta pembinaan anggota Karang Taruna baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang. Karang Taruna beranggotakan pemuda dan pemudi (dalam AD/ART nya diatur keanggotaannya mulai dari pemuda/i berusia mulai dari 11 – 45 tahun) dan batasan sebagai Pengurus adalah berusia mulai 17 – 35 tahun. Karang Taruna didirikan dengan tujuan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, ketrampilan, advokasi, keagamaan dan kesenian. (Wikipedia)

Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:

Tujuan

Tujuan Karang Taruna adalah :

  1. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menagkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial.
  2. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang Trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan.
  3. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna.
  4. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  5. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
  6. Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
  7. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Fungsi

Setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :

  1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
  2. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
  3. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda dilingkunggannya secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
  4. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.
  5. Penanaman pengertian, memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.
  6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif, kreatif, edukatif, ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.
  8. Penyelenggara rujukan, pendampingan, dan advokasi social bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
  9. Penguatan sistem jaringan komunikasi, kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
  10. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual.

Karang taruna sebagai organisasi kepemudaan merupakan organisasi yang memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai infrastruktur sosial pada tingkat desa atau kelurahan yang bisa berpartner dengan pemerintah. Ketika karang taruna bisa seiring sejalan dengan pemerintah akan dapat mengembangkan dan memberdayakan pembangunan ekonomis produktif terutama untuk kalangan pemuda. Pada kenyataan, kualitas Karang Taruna pada saat ini sebagian besar tumbuh sebagian lagi berkembang. Oleh karena itu Pemerintah Daerah di dalam fungsinya sebagai pembina teknis utama dan dinas/instansi lain sebagai pembina teknis, mempunyai kawajiban untuk meningkatkan secara terus menerus kualitas Karang Taruna. Upaya peningkatan kualitas Karang Taruna harus diimbangi oleh Karang Taruna dalam memotivasi untuk mengembangkan peranan dan fungsinya secara optimal agar tercapai desa Karang Taruna.

Kegiatan Karang Taruna

Salah satu kegiatan Karang Taruna di Gunungkidul. Photo: thekthekjayakusuma.blogspot.com

Upaya-upaya itu tentunya tidak selalu oleh pemerintah saja. Karang taruna sendiri juga harus ikut meningkatkan upayanya agar tercapai tujuan organisasi yang ingin dicapai. Intinya menciptakan misi-misi untuk mencapai visi organisasi. Upaya-upaya sederhana yang dilakukan adalah:

Pertama, Pembenahan manajemen organisasi. Manajemen organisasi yang sudah terbengkalai, lama ditinggalkan ada baiknya ditata ulang. Mengadakan konsolidasi organisasi untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pengurus dan anggota karang taruna. Komunikasi yang dimulai kembali akan memotivasi organisasi agar bisa menata kembali administrasi agar lebih tertib. Kelompok-kelompok kerja di dalam organisasi mulai dibangun lagi, sehingga organisasi bisa berjalan, berkembang terarah. Yang tidak boleh terlupakan adalah, pengembangan itu disesuaikan dengan karakter dan potensi yang ada di desa/kelurahan tersebut. Sehingga bisa dikatakan program yang dibuat tidak ‘ngayawara’, berandai-andai, berharap seperti daerah lain, padahal potensi dan kemampuan daerah sendiri tidak mampu untuk melakukannya.

Kedua, Motivasi untuk menumbuhkembangkan kader profesional. Karang taruna sebagai organisasi sosial kemasyarakatan pemuda yang berpartner dengan pemerintah, keprofesionalan kader mutlak harus dimiliki oleh pengurusnya. Pengurus yang profesional dapat berfungsi sebagai perencana dan pelaksana pembangunan daerah. Meskipun kendala itu pasti ada, seperti: karang taruna baru difungsikan sebagai organisasi yang bersifat rekreatif, pengisi waktu luang, masyarakat itu sendiri yang kurang kritis dengan keberadaan karang taruna, selain itu adakalanya pemerintah desa meragukan potensi yang dimiliki karang taruna sehingga kurang diberikan peran dalam pembangunan. Namun kendala itu harus diatasi dengan cara kader dituntut untuk terus meningkatkan kualitas profesional kader sehingga bisa turut berperan memberikan sumbangsih pemikiran untuk pembangunan daerah.

Ketiga, Penguasaan Teknologi. Penguasaan teknologi dibayangkan selalu dengan teknologi yang maha hebat, IT terkini. Sempitnya pemahaman itu menyurutkan seseorang untuk berkembang karena merasa kurang mampu dalam penguasaan teknologi baik secara materi maupun kemampuan pribadi. Padahal secara luas penguasaan teknologi dapat diartikan sebagai penguasaan sederhana, tepat guna yang dapat diaplikasikan langsung dalam proses pembangunan di daerah tersebut. Teknologi yang dapat memadukan potensi daerah untuk dikembangkan dan diberdayakan. Contoh konkretnya adalah berupa koperasi, pengolahan lahan yang ada di daerah, teknologi terapan yang bisa langsung dimanfaatkan, dll. Dengan penguasaan teknologi inipun sebenarnya sudah menjadi solusi permasalahan yang menjadi isue nasional yang sedang berkembang saat ini, yaitu bisa mengurangi pengangguran, perluasan tenaga kerja, urbanisasi, dll.

Keempat, Pengembangan program kegiatan. Program karang taruna yang bervariasi dan mengikuti perkembangan jaman sangat diperlukan dalam pengembangan potensi daerah. Program-program karang taruna itu menyesuaikan dengan program pemerintah desa. Selain itu program inovatif yang mendukung pembangunan sangat diperlukan, tidak harus sama dengan program pemerintah asal memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan tentu sangat bermanfaat dan mampu mengembangkan potensi daerah.

Pemuda sebagai sumberdaya potensial, yang memiliki kemampuan dan ketrampilan mengelola sumber daya alam, modal, dan teknologi, juga memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengorganisir. Kebangkitan karang taruna di mana pemuda berada di dalamnya diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja dan SDM yang berkualitas, memiliki pengetahuan dan pemahaman, berpikir kritis, mampu menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi sendiri, dan memiliki solusi bagi setiap permasalahan masyarakatnya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 3.00 out of 5)

Tentang Umi Azzurasantika

perempuan, pendidik, music freak, dan berusaha untuk menjadi seorang ibu yang baik. ingin selalu berbagi, bermanfaat bagi siapapun, semakin ilmu di bagi akan semakin kaya dan bermanfaat. ~biarkan ilmu memandu kalbu~