Home » Berita » Batik Tancep Mengantarkan Nia Widyastuti menjadi Jawara Festival Audio Cerita Kampung
Batik Tancep Mengantarkan Nia Widyastuti menjadi Jawara Festival Audio Cerita Kampung

Batik Tancep Mengantarkan Nia Widyastuti menjadi Jawara Festival Audio Cerita Kampung

Apa yang sudah kamu ceritakan kepada orang lain tentang sisi lain kampungmu? Berbasis pada keinginan untuk mengenalkan kampung melalui sebuah cerita tersebut, Suara Komunitas menyelenggarakan Festival Audio Cerita Kampung 2013.

Gunungkidul, melalui Radio Argosari Radioline mewakilkan Nia Widyastuti untuk membuat karya audio yang diikutsertakan dalam festival tersebut.  Nia yang masih berstatus pelajar di SMA 1 Wonosari menjadi peserta termuda dalam festival tersebut.  Berbekal pengalamannya sebagai host program The Dreamer di Argosari Radioline, Nia berhasil membuat karya fenomenal yang menjadi jawara.

Cerita Kampung Batik

Sesuai dengan tema tentang cerita kampung, Nia memilih mengangkat cerita tentang batik Tancep yang ternyata mempunyai cerita unik dibalik perkembangan batik di salah satu desa di kecamatan Ngawen, Gunungkidul tersebut. Karyanya berjudul Kampung Batik Tancep Generasi Penerus Pembatik Kuno.

“Saya memilih mengeksplorasi tentang batik di Tancep karena saya melihat bahwa masih banyak orang termasuk orang Gunungkidul sendiri yang belum tahu jika di Gunungkidul punya potensi lain yang layak diapresiasi.  Seni batik di Tancep adalah warisan turun temurun, namun sedikit yang mengetahuinya”, tutur Nia menjelaskan tentang tema yang dipilihnya.

Kreatif dan Inspiratif

Ketika anak muda seumurannya lebih memilih main dan berhura-hura, Nia lebih memilih melakukan kegiatan positif dan mengembangkan potensi diri .  Mengelola program The Dreamer, aktif di DRR (Disaster Risk Reduction) Gunungkidul, kontributor Suara Komunitas dan JRKY (Jaringan Radio Komunitas Yogyakarta) serta mengikuti banyak workshop di berbagai tempat menjadi kegiatan lain yang dilakukan Nia disela-sela kegiatan sekolahnya yang menumpuk. Hal ini yang patut diapresiasi dan tentu saja layak menjadi inspirasi bagi remaja lain seusianya.

Menjadi jawara dalam Festival Audio Cerita Kampung bisa menjadi nilai tersendiri.  Selain melestarikan karya tradisional batik namun juga mengangkat nama Gunungkidul di kancah Nasional.  Masih banyak yang tidak peduli dengan potensi Gunungkidul,  maka kegiatan ini bisa menjadi angin segar bagi kelestarian budaya di Bumi Handayani. (A1/gdhe)

Audio Karya Nia Widyastuti

Berikan rating: 1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)

Tentang GdHE

Gerakan memaksimalkan potensi dan sumber daya kabupaten Gunungkidul yang didukung semangat masyarakat untuk membangun Bumi Handayani menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.